Sunday, 26 July 2015

[Horison/Story] Ia Telah Kembali


Terbangun dalam kamar yang kabur membuat Lektra terkejut! Semuanya kabur oleh gumpalan abu-abu yang menutup wajahnya. Ia mendongak, tak tahu apa-apa. Gumpalan ini mengganggu dan membuatnya resah. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi selain meminta tolong.

“Tolong! Tolong! Ibu! Bapak! Saudaraku!” Serunya keras.

Nafasnya mulai sesak, ia tak tahan lagi. Gumpalan ini, gumpalan yang membuat kedua orang tuanya yang bekerja di hutan meninggal, saudaranya juga! Ia semakin sesak, gumpalan itu semakin menebal dan masuk ke pernapasannya.

“TOLOOOOOOONG!”

Bumi pun bergetar dengan hebat.


***

“Lektra, cepat!” Kata sahabatnya yang menyeru dari pintu kamar.

Lektra yang terkejut dengan getaran tempat tidurnya tak bisa berbuat apa-apa selain menukar bajunya, lalu ia bertanya pada sahabatnya.

“Volty, apa yang terjadi?!”

“Ada gempa, kita disuruh tidur di luar malam ini!” Kata Volty dengan nafas tersengal-sengal.

Mereka berlari menuju ruang makan yang terletak dekat dengan asrama mereka, berhubung mereka  sekolah di sekolah berasrama. Mereka terpaksa tidur di luar malam ini, mengingat gempa yang baru saja mengguncang cukup keras dan mengkhawatirkan untuk tidur di asrama.

“Lektra, tampaknya kamu menangis” Kata Volty.

“Ah, tak apa-apa, Volty” Kata Lektra pelan.

Lektra terdiam. Kalau bukan karena kesepian, mungkin ia tak akan menerima ajakan Volty menjadi sahabatnya. Sayangnya, teman-teman seangkatannya tampak tak baik dengan siswa yang mendapatkan beasiswa khusus seperti dirinya.

Ah, seandainya kalau bukan karena pengusaha propinsi ini yang menemukannya terdampar sendirian di Pekanbaru bertahun-tahun yang lalu, ia takkan ada disini bahkan diberi beasiswa dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Lektra, kita kan sahabat, kalau kamu sedih cerita saja sama aku” Kata Volty lembut.

“Ya, ok” Kata Lektra pelan.

Volty penasaran. Mengapa ia tak dapat membuat temannya curhat sedikit saja padanya? Rahasia apa yang disembunyikannya?
............................................................................

See on my literature blog for more story.

PS : 

Cerpen ini dimuat di Horison Februari 2015 di segmen Kakilangit (konten untuk siswa/siswi)
Tapi baru dishare sekarang lol -_-


Review dari Joni Ariadinata (I think he is one of the editor lol)
dan pendapatnya :
(+) = Theme dan how to package the story
(-) = The scene and the language

Okay! Meet in the next post and hope I can make novel in 2 month lol.

Regards,

No comments:

Post a Comment